Beranda

Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year

Selasa, 24 Agustus 2010

38 Teknik Rasulullah SAW dalam Menasihati dan Mengoreksi (3)

Jelaskanlah kesalahan yang dilakukan seseorang dan serulah ia agar selalu mengikuti ajaran Islam.

Ketika seseorang melakukan kesalahan, berarti saat itu hati dan pikirannya jauh dari prinsip-prinsip Islam. Dalam beberapa kasus, penjelasan mengenai prinsip-prinsip Islam dan seruan untuk mengikutinya dapat menjadi cara yang efektif untuk menyadarkan seseorang dari kekeliruan dan kesesatan. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. ketika mendamaikan perselisihan antara kaum Muhajirin dan Anshar akibat fitnah yang disebarkan oleh kaum munafik. Al-Bukhari r.a. meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Jabir r.a. berkata, "Kami berangkat dalam sebuah ekspedisi mimliter bersama Rasulullah serta para sahabat Muhajirin dan Anshar. Ketika kami tiba di pinggiran Madinah, seorang pengikut Ibn Ubay dari suku Khazraj menghalang-halangi seorang Muhajirin yang hendak mengambil air dari sebuah sumur. Muhajirin itu mendorong tubuh pengikut Ibn Ubay itu hingga terjatuh. Mendapat perlawanan seperti itu, pengikut Ibn Ubay berteriak, "Hai orang-orang Anshar, kemarilah." Sebaliknya, orang Muhajirin itu pun berteriak, "Hai orang-orang Muhajirin, kemarilah." Tidak butuh waktu lama, sejumlah orang Muhajirin dan Anshar telah bergerombol saling berhadapan di dekat sumur. Keadaan berkembang menjadi sangat tegang dan panas.

     Ibn Ubay mamanfaatkan situasi ini. Ia berdiri dan berpidato di depan orang-orang Anshar, "Lihatlah, mereka melakukan keburukan ini di depan kalian. Dan kini, kalian biarkan mereka? Mereka telah melarikan diri ke negeri kita dan menyesakkan rumah kita. Demi Allah, perilaku mereka bagaikan peribahasa 'menolong anjing terjepit'. Demi Allah, jika kita kembali ke Madinah, kita keluarkan yang hina dari yang mulia."

     Kemudian ia memandang kaumnya dan berkata, "Inikah yang kalian lakukan dengan diri kalian? Kalian bebaskan tanah kalian untuk mereka, kalian bagi milik kalian dengan mereka. Demi Allah, seandainya kalian tak menolong dan memberi mereka, tentu mereka akan berpaling kepada orang lain."

     Mendengar keributan itu Rasulullah SAW. mendatangi mereka dan berkata, "Persoalan apakah yang sedang diributkan orang-orang Jahiliah ini?

     Kemudian ia bertanya kepada semua orang, "Apakah yang terjadi?"

     Para sahabat menceritakan tentang seorang sahabat Muhajirin yang mendorong seorang sahabat Anshar. Rasulullah SAW. bersabda, "Tinggalkan perselisihan itu karena termasuk kejahatan."*


     Menurut riwayat yang diceritakan oleh Muslim, Rasulullah SAW. berkata, "Seseorang harus menolong saudaranya, baik orang itu bersalah atau pun korban kesalahan. Jika orang itu bersalah, ia harus menghentikannya. Jika ia adalah korban kejahatan, ia harus membantunya."**


     Ketika kaum Muslimin berhijrah ke Madinah, ada beberapa kelompok yang tidak menyukai mereka, termasuk di antaranya kaum Yahudi dan kaum munafik. Setiap saat kedua kelompok itu melakukan berbagai upaya untuk mengusik ketentraman dan kedamaian umat Islam di Madinah. Kaum Munafik mendengki kaum Muslimin karena mereka dianggap merebut penghidupan dan kedudukan sosial yang selama ini mereka nikmatti. Abdullah ibn Ubay dikenal sebagi pentolan munafik. Mesti kemyatakan diri sebagai muslim, tetapi tindak-tanduk dan tingkah lakunya selalu merugikan kaum Muslimin. Ia tidak suka jika Muhammad, seorang asing yang baru datang di Madinah dan tidak dikenal sebelumnya, tiba-tiba saja menjadi pemimipin Madinah, sementara ia yang seumur hidup di Madinah dan berhasrat menjadi pemimpin kota itu, tersisihkan begitu saja dari percaturan sosial-politik. Karena itulah dia selalu berusaha menghasut penduduk Madinah agar membenci Rasulullah SAW. dan kaum Muslimin.

     Kendati demikian, Rasulullah SAW. selalu mendahulukan persatuan dan kedamaian. Bahkan saat pertama kali tiba di Mandinah, yang ia lakukan adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Cara itu terbukti efektif menyatukan berbagai komunitas Madinah yang heterogen itu. Maka, ketika terjadi perselisihan antara Muhajirin dan Anshar, seperti yang diceritakan dalam riwayat di atas, Rasulullah SAW. berusaha mengingatkan mereka pada prinsip-prinsip ajaran Islam yang menekankan cinta, kasih sayang, dan persaudaraan. Ia menekankan bahwa perselisihan dan sikap saling memusuhi merupakan kejahatan yang harus dihindari.


*   HR al-Bukhari, al-Fath, no. 3518.
** Shahih Muslim, no. 2584.
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar